Batik Sinom Parijotho Salak
Story

5 Fakta Tentang Batik Sinom Parijotho Salak Khas Sleman

Batik Parijotho Salak menjadi motif batik khas Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Motif batik ini terinspirasi dari kekayaan alam di kabupaten yang menjadi rumah dari klub sepakbola, PSS Sleman tersebut.

Ada beberapa fakta tentang Batik Sinom Parijotho Salak yang harus kamu ketahui, berikut rinciannya:

1. Awal Mula

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan bahwa perjalanan kemunculan Batik Sinom Parijotho Salak ini sesungguhnya cukup panjang. Tercetusnya ide untuk membuat motif batik sendiri itu sudah ada sejak ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Sleman di tahun 2010-2021.

“Kemudian kami menggelar lomba desain batik Sleman tahun 2012 untuk menggali potensi desainer-desainer dalam menggali motif-motif batik yang bersumber pada kekayaan alam dan budaya Kabupaten Sleman,” ujar Kustini, melansir dari merdeka.com. Dari lomba desain batik tersebut, nama Susilo Rudi Yuniarto dengan desain Batik Parijotho keluar sebagai pemenang.

BaACA JUGA:   5 Ciri Jersey Sepakbola Berkualitas yang Harus Anda Ketahui

2. Inspirasi

Sinom merupakan daun salak yang masih muda dengan warna hijau muda cerah. Sementara Parijotho adalah tanaman khas di lereng Gunung Merapi. Batik tersebut kemudian dikombinasikan dengan batik salak, sehingga bernama Sinom Parijotho Salak yang menjadi motif batik khas Sleman.

Motif itu merupakan gabungan dari tanaman parijotho yang terdiri dari batang, daun, dan bunganya. Tak lupa juga dengan buah salak pondoh yang menjadi potensi kekayaan alam khas Sleman.

3. Filosofi

Filosofi atau makna motif Batik Sinom Pariotho Salak ini yakni mengangkat nilai estetika sekaligus kekhasan Kabupaten Sleman yang memiliki aneka hayati di lereng Merapi sebagai perwujudan rasa cinta dan bangga akan potensi alamnya.

Selain itu, motif ini juga melambangkan kemakmuran. Motif tersebut kemudian resmi diluncurkan sebagai batik khas Sleman di tahun 2014.

BaACA JUGA:   Marian Mihail dan Jajaran Kepelatihan PSS Sleman 2023/24

4. Gunakan Pewarna Alam

Kustini menyebut, untuk mencari warna inti dari Batik Sinom Parijotho Salak, ia bekerja sama dengan Fakultas Teknik Kimia UGM. Akhirnya diperoleh perwarna alam bermutu, yakni indigofera dalam bentuk bubuk.

“Bahan baku batik yang bermutu harus tersedia. Kami juga telah bekerja sama dengan PT Primisima sejak tahun 2016 untuk menyediakan bahan baku batik yang bermutu,” kata Kustini.

5. Produk Unggulan Sleman

Di tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Sleman resmi meluncurkan batik motif Sinom Parijotho Salak melalui Peraturan Bupati tentang Tata Kelola Batik Sleman Tahun 2015.

“Pemkab Sleman menetapkan Batik Sinom Parijotho Salak sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Sleman. Kemudian keluar kebijakan menetapkan penggunaan pakaian oleh masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Sleman,” tutur Bupati Sleman tersebut.

 

Related Posts